Jumat, 23 November 2018

Inovasi Hotel di Kebun Jati, Disewakan Khusus untuk Ternak Sapi


Suara Gajah Mada - Hampir setiap tahun, berita tentang impor daging sapi menghiasa media masa. Tentu masyarakat hanya bisa menjadi konsumen saja, sedangkan keuntungan besar dinikmati segelintir orang. Begitupun menjelang hari raya idul adha, kebutuhan hewan kurban yang meningkat menjadikan harga melambung tinggi.

Kondisi tempat penitipan sapi (Foto : lazismu.umsida.ac.id)

Berbekal potensi lokal yang ada, Persyarikatan Muhammadiyah Kabupaten Gunungkidul bekerja sama dengan Lembaga Amil Zakat Infak dan Shodaqoh Muhammadiyah (LazisMu) melakukan kerjasama pemanfaatan tanah wakaf. Di atas tanah wakaf seluas 3.080 meter persegi di Dusun Plembun Lor, Desa Logandeng, Kecamatan Playen Gunungkidul dibangun sebuah hotel dikelilingi hutan jati.


Saat ini jumlah kamar yang sudah terbangun sejumlah 50 kamar. Target seluruhnya berjumlah 200 kamar. Dengan kapasitas 50 kamar, tingkat ocupancy nya mencapai 95%. Artinya hampir semua kamar telah dipesan.

Adalah Yosep Muniri, seorang pegawai Kementerian Agama yang bertindak sebagai penanggung jawab proyek. Menurut Pak Yosep, hotel tersebut memang sengaja dibuat di tengah hutan jati, karena disewakan untuk ditempati hewan ternak berupa sapi. Para penyewa wajib menyewa minimal selama tiga bulan. Tidak boleh hanya satu atau dua malam saja. Hotel sapi, atau penitipan sapi tersebut merupakan pusat penggemukan sapi sebelum dijual atau digunakan sebagai hewan kurban.



Para pemodal yang ingin menitipkan, tidak perlu khawatir karena pakan dan perawatan menjadi tanggung jawab pihak pengelola. Untuk pembagian hasilnya bisa dimusyawarahkan. Setelah sapi gemuk dan layak jual, maka akan dijual dan keuntungan dibagi dua sesuai kesepakatan.

Tetapi jika sapi yang dititipkan akan digunakan sebagai hewan kurban, maka penghitungan tarif sewanya bisa dibicarakan dengan pengelola. Pihak pengelola juga membantu pemasaran, memanfaatkan media Whatsapp (WA). Menurut Pak Yosep, perkembangan stok diupdate dan disebarkan melalui WA. Pembeli yang tertarik bisa mengecek langsung ke penitipan, atau jika sudah saling percaya biasanya langsung transfer dana.

Pak Yosep merupakan alumni IAIN Sunan Kalijaga (UIN), dan aktif sebagai pimpinan di Pimpinan Daerah Muhammadiyah Gunungkidul. Hotel sapi tersebut dibangun di atas tanah wakaf. Terdapat tiga lahan terpisah yang dimanfaatkan, satu untuk kandang dan dua lainnya untuk menanam pakan hijauan.

Biaya yang dibutuhkan untuk membangun satu hotel beserta hijauannya, menghabiskan dana sekitar Rp 300 juta. Dengan nilai bangunan berkonstruksi besi, mencapai Rp 200 juta. Dana tersebut diperoleh dari Lazismu Pusat sedang tanahnya merupakan tanah wakaf dari masyarakat.

Bagi Anda yang ingin berkunjung atau berbagi inspirasi dengan Pak Yosep, bisa datang langsung ke Playen Gunungkidul dengan terlebih dahulu janjian soal waktu.

Berikut cuplikan video yang diunggah akun Youtube Gunungkidul Televisi



bInfo selanjutnya isa kontak ke PDM Gunungkidul : Komplek Masjid Agung Al Ikhlas No. 3, Jl. Brigjen Katamso, Kepek II, Kepek, Wonosari, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55813, Telepon (0274) 391400. [e]


Sumber: lazismu.org, youtube.com

Sebelumnya
Berikutnya

Penulis:

0 komentar: