Sabtu, 15 Desember 2018

Rumah dari Serat Bambu, Hunian Tahan Gempa dan Ramah Lingkungan



Suara Gajah MadaIndonesia beberapa waktu terakhir ini secara beruntun mendapatkan ujian berupa musibah gempa bumi. Belum usai pemulihan gempa di Nusa Tenggara Barat  (NTB), gempa kembali melanda Palu dan Donggala di Sulawesi. Jika melihat beberapa tahun sebelumnya, pada tahun 2006 gempa di Yogyakarta dan Jawa Tengah pernah terjadi dan merenggut ribuan korban jiwa.

Bangunan dari serat bambu
(foto linkedin Muhaimin Iqbal)

Letak Indonesia yang berada di cincin api (ring of fire) dengan banyak gunung merapi serta berada pada beberapa pertemuan lempeng bumi menyebabkan sangat potensial mengalami gempa bumi. Namun bila dicermati korban paling banyak tidak disebabkan secara langsung oleh gempa, melainkan karena tertimpa bangunan.

Jika gempa tidak bisa diprediksi apalagi dicegah, maka langkah solutif untuk meminimalkan korban adalah dengan menyediakan desain bangunan yang relatif aman jika terjadi gempa bumi. Menjawab tantang inilah Pak Muhaimin Iqbal bersama tim menelurkan ide membuat bangunan dari serat bambu. Rancangan yang kini sudah bisa dipesan tersebut berupa material bangunan freepabrigated yang terdiri dari serat bambu yang dipress dengan tekanan sangat tinggi hingga berbnetuk balok dan papan. Papan dan balok mirip batu bata ini oleh Pak Muhaimin Iqbal disebut Strand Woven Bamboo (SWB).

Baca juga : Muhaimin Iqbal, Kebun Alquran dan Memakmurkan Bumi yang Tandus

Desain bangunan dengan SWB, dibuat tidak menapak tanah melainkan diletakkan di atas beberapa tiang penyangga. Dengan model ini ada beberapa keuntungan. Diperkirakan lebih mampu untuk menahan goncangan gempa. Selain itu sirkulasi udara lebih lancar, serta bagian bawah bangunan tetap bisa menjadi area peresapan air. Bila di sekitar bangunan ditanami pohon bambu, maka akan lebih maksimal dalam penyediaan air. Karena menurut FAO, pohon bambu sangat baik dalam meningkatkan ketersediaan air tanah.

Baca juga : Lasiyo Syaifuddin, ”Profesor” Pisang Sukses Berdayakan Masyarakat

Konsep bangunan dengan serat bambu tersebut juga dirancang dalam bentuk knopdown alias mudah dibongkar pasang. Sehingga mudah dipindah-pindahkan ke lokasi lain.
Untuk memiliki rumah dari serat bambu tersebut, Pak Muhaimin Iqbal menawarkan isaran harga mulai Rp 800 juta sampai 1 Miliyar untuk luas bangunan 210 meter persegi. Harga tersebut sudah termasuk biaya pemasangan. Tetapi belum termasuk ongkos pengiriman.
Terbuka juga bagi para investor yang ingin bergabung dengan akad ijaroh (leasing). Order dan minat investasi bisa dilayangkan melalui emai ceo@iou.id

Sumber: geraidinar.com, linkedin.com

Sebelumnya
Berikutnya

Penulis:

0 komentar: