Sabtu, 15 Desember 2018

Kaliabu, Kampung Desain Tempat Perajin Logo yang Mendunia



Suara Gajah Mada – Sebuah desa di Kabupaten Magelang Jawa Tengah memiliki aktifitas unik yang dijalankan sebagian warganya. Meski jauh dari kota, dan kemampuan Bahasa Inggris terbatas mereka mampu menghasilkan logo-logo yang digunakan berbagai perusahaan di dunia.

Kampung Desainer Kaliabu Magelang
(Foto: Youtube NET TV)


Berawal dari Muhammad Abdul Barr (47) yang semula berprofesi sebagai sopir bis malam. Selain menjalani pekerjaannya, ia punya kebiasaan bermain ke warnet. Di sana ia tidak sedang browsing tentang data atau pekerjaannya. Tetapi ia memanfaatkan internet untuk chatting terutama dengan media sosial facebook.


Seorang penjaga warnet kemudian mengenalkannya dengan software desain, corel draw. Ia pun kemudian mencoba membuat desain. Beruntung, dengan belajar otodidak ia lekas bisa menghasilkan karya berupa logo. Logo pertamanya yang terjual, dihargai 400 dollar. Dari situlah Abdul Barr merasa sangat tertolong.

Keberhasilan yang ia peroleh lalu ditularkan kepada warga sekitar. Mereka rata-rata belajar otodidak. Dengan berbagai latar belakang profesi dan pendidikan. Mereka terbukti mampu unjuk berkreasi dan menghasilkan berbagai logo yang layak jual.

Untuk memasarkan hasil kerya mereka. Mereka tidak menjual langsung, tetapi dengan cara ikut berbagai kontes logo. Uniknya, mereka tidak pandai berbahasa Inggris, sehingga dalam berkomunikasi seringkali tidak nyambung meskipun telah dibantu dengan google translate.


Dengan berbagai kontes logo yang telah dimenangkan, menurut Abdul Barr, dalam tiga tahun desanya bisa meraup pendapatan sekitar Rp 8 milyar. Kreatifitas warga di kaliabu terbukt mampu meningkatkan taraf hidup warga sekitar. Logo dari Kampung Desainer Kalibau telah digunakan berbagai perusahaan dari Amerika, China, Australia dan negara lainnya.

Silakan simak video liputan NET TV berikut




Untuk mewadahi para kreator yang ada, dibentuklah komunitas yang diberi nama Rewo-rewo. Jumlah anggotanya, kini ada sekitar 200 orang. Meski pintar dalam mendesain berbagai logo. Para kreator dari Kaliabu lebih suka disebut sebagai perajin logo ketimbang seorang desainer. [e]



Sebelumnya
Berikutnya

Penulis:

1 komentar: