Rabu, 16 Januari 2019

iGrow, Solusi Bertani Tanpa (Memiliki) Lahan, Cocok Untuk Milenial Beneran



Suara Gajah Mada – Igrow merupakan sebuah platform yang dikembangkan untuk petani lokal yang memiliki lahan namun belum diberdayakan. Meskipun kini, program serupa tampaknya juga diadopsi di negara lain.



Platform ini cocok untuk kaum milenial beneran, karena memanfaatkan teknologi informasi dalam pola kerjasamanya. Saya sendiri tertarik mencermati Igrow karena satu di antara misi mereka ialah menjaga kesehatan lingkungan. Setiap pohon yang kita tanam akan dikalkulasi kemampuannya memproduksi oksigen (O2) dan mengurangi karbon dioksida (CO2).

Igrow pertama kali dikenalkan oleh pakar pertanian berbasis Al Quran, Ir. Muhaimin Iqbal, dan menurut laman resmi Igrow, sampai saat ini telah berhasil menyerap 2200 tenaga kerja petani dan menggarap lebih dari 1197 hektar lahan.


Hasil panen utamanya beruapa kacang tanah berkualitas baik sejumlah 500 ton dan komoditas buah semisal pisang, jambu, durian, kelengkeng dan lainnya. Secara ringkas Igrow mensinergikan tiga potensi utama  yakni petani, pemilik lahan, dan investor penanaman.

Secara lengkap di situs Igrow mengulas bahwa di Indonesia banyak lahan tidak berfungsi optimal. Sementara kebutuhan pangan dan produk pertanian terus meningkat. Riset yang dilakukan PBB menemukan idealnya lahan pertanian harus meningkat dua kali lipas dalam 40 tahun ke depan untuk memenuhi pangan dunia. Kebutuhan pangan meningkat 70% karena laju pertumbuhan penduduk diprediksi mencapai 2,3 milyar pada 2050.

iGrow membuat model pertanian yang scalable dan efisien. iGrow mensinergikan petani, pemilik tanah, investor penanaman, dan pembeli untuk bersama-sama melakukan penanaman. Melalui iGrow kita dibantu untuk memilihkan komoditas yang berkualitas dan diminati pasar. Sehingga para investor dan petani tinggal mengaplikasikannya.


Kaum milenial dan kaum urban pun bisa memiliki tanaman tanpa harus terkotori oleh lumpur atau memikirkan serangan hama. iGrow semisal memberikan pengalaman bermain game ‘Farmville’.  

iGrow tidak semata mengejar sisi komersial, melainkan juga terdapat sisi sosial dan lingkungan. Turut menjaga kelestarian bumi. Meskipun juika dihitung keuntungan material untuk para penanam modal juga tidak la kecil. Bahkan melebihi bunga bank, dan yang jelas insyaAllah lebih menenteramkan. 

Secara legalitas, iGrow terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Anda tertarik? Silakan bisa membaca keterangan selengkapnya iGrow Asia

Sebelumnya
Berikutnya

Penulis:

0 komentar: