Sabtu, 08 Desember 2018

Muhaimin Iqbal, Penggagas Kebun Alquran, Memakmurkan Bumi yang Tandus



Suara Gajah Mada – Bisakah Anda membayangkan, seorang bercelana pendek, berkaos, dengan sepatu boot setiap hari berpindah dari satu kota ke kota lain dengan pesawat? Ya, seorang petani modern yang digambarkan mampu berdaya saing secara global. Mengoptimalkan sumberdaya yang ada untuk kemakmuran bersama, bukan sekelompok orang.

Muhaimin Iqbal (Foto: agro.net)

Adalah MuhaiminIqbal, yang pernah menggambarkan akan lahirnya sosok petani demikian. Alumni SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta dan Institut Pertanian Bogor (IPB) tersebut rela meninggalkan dunia keuangan untuk terjuan ke pertanian. Tetapi ia tidak sekedar bertani dengan konsep biasa, ia mengambil nilai-nilai dari Alquran untuk diterapkan dalam usaha pertaniannya. Padahal sebelumnya, Pak Iqbal -begitu ia biasa disapa- telah menempati posisi penting di berbagai institusi keuangan.


Namun untuk mewujudkan cita-citanya dalam berwirausaha ia kemudian memilih meninggalkan jabatan yang dipegang. Ia menyebutnya sebagai ‘membakar kapal’ sehingga ia benar-benar fokus dalam berwirausaha. Awalnya, bergerak di bidang pengenalan uang emas dan perak Dinar dan Dirham. Melalui GeraiDinar.com, Pak Iqbal banyak mengupas keunggulan mata uang emas tersebut.

Mendalami Pertanian

Kemudian ketertarikan muncul ke pertanian, dimulai dari berternak lebah madu. Dalam padangan Pak Iqbal, apa yang diajarkan Alquran dan Hadits Nabi ialah merupakan kebaikan. Begitu juga dengan ternak lebah madu, karena madu memiliki banyak keutamaan. Kemudian berkembang pertanian berbasis Alquran dengan menanam berbagai tanaman dan pohon yang disebutkan dalam Alquran. Misal, buah tin, buah kurma, buah delima dan banyak lagi.

Tidak hanya dari jenis tanamannya saja. Pola pertanian pun dirancang dengan merujuk kepada Alquran. Misal dengan memanfaatkan air hujan untuk sumber kesuburan, menanam tanaman biji-bijian, serta memadukannya dengan peternakan domba dan kambing. Semuanya dipelajari dan bersumber dari Alquran.


Untuk mencari sumber daya, Pak Iqbal pun mengamalkan satu di antara petunjuk Rasulullah, untuk bersyirkah. Bekerjasama dalam pengelolaan tanah, air dan api. Melalui wadah komunitas di Masjid yang ia bangun di area perkebunan Jonggol Farm, Daarul Muttaqiin, setiap tahun diadakan i’tikaf dan diskusi yang menghasilkan banyak ide kreatif. Ide-ide itu kemudian diujicoba secara terbatas baru kemudian digulirkan dan terbuka untuk umum. Masyarakat bisa terlibat langsung di dalamnya.

Beberapa program yang sudah berjalan dan melibatkan masyarakat antara lain

Igrow : Merupakan perusahaan yang memadukan pemilik modal, ahli pertanian dan petani penggarap dalam sebuah pertanian modern dan terpadu. Program Igrow sudah berjalan sekitar tiga tahun dan melibatkan ratusan hingga ribuan orang. Komoditas pertanian yang ditanam berupa buah, tanaman pangan, rempah dan lainnya.

Untuk mendapatkan informasi lebih jauh, Anda bisa mengakses website resmi mereka di www.igrow.asia

   Lambbank : Merupakan pertanian kambing dan domba dengan melibatkan masyarakat sebagai pemilik modal. Peternakan sendiri bertempat di Bogor dalam satu areal khusus. Seperti namanya, setiap orang yang berinvestasi akan memiliki satu akun online, yang bisa untuk memantau perkembangan investasi mereka.

Untuk mengetahui secara detail program ini, Anda bisa mengakses website resmi www.lambbank.com

GeraiDinar : Merupakan situs yang memuat berbagai informasi tentang perkembangan Dinar, serta ide-ide brilian dari Pak Iqbal. Banyak inovasi lahir dari berbagai tulisan yang ada di website ini. Kemudian diimplementasikan para profesional di berbagai bidang. Termasuk dalam bidang energi.

Konsep yang dirumuskan dan kemudian dilakukan Pak Iqbal dalam bidang pertanian mengusung misi untuk memakmurkan bumi demi kepentingan dan kesejahteraan umat manusia. Maka ia mengajak dan mengedukasi banyak petani dan profesional di berbagai daerah, bahkan di berbagai negara untuk mengaplikasikan ajaran Alquran dalam bidang pertanian. [e]









Sebelumnya
Berikutnya

Penulis:

0 komentar: